Senin, 17 September 2012

Umur

Dua belas bulan telah terlewati dan bertemu kembali di bulan dimana aku dilahirkan, aku selalu berikan pertanyaan untuk diri ini.. masih dengan pertanyaan yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya..



"Apa perubahan yang telah aku lakukan selama satutahun ini?" entahlah saat ini Aku masih belum bisa menjawabnya..



dua dasawarsa, empat semester telah ku lalui, ya 24 tahun telah berlalu.. Tidak terasa memang semua berjalan cepat,  menggenggam waktu saat dunia lengah membuat terbuai keindahannya.. Masa kanak-kanak, remaja, telah jadi telah berlalu dan akan menjadi kenangaan yang pasti tersimpan di loker-loker memori pikiraan..



Tapi aku?? Aku masih belum tau apakah setiap langkah yang telah berlalu itu adalah langkah yg Ridhoi olehNya atau malah langkah yang tak di restui olehNya.. Namun tak pernah henti doa dan harap untuk semua itu benar menurutku juga bener menurutnya.. Sebagai manusia biasa aku hanya bisa berserah dan meminta padanya dengan doa, ibadah dan usaha yang terus ku tingkatkan.. Yang aku pahami adalah Bagaimana terus merenovasi setiap langkahku



"Tidak semua yang benar menurut ku, benar juga menurutNya"



Melewati hari ini selama 24 Jam, 1.440 Menit, 86.400 Detik.. Saat kecintaanku pada waktu melebihi kepadamu ada hal-hal yang rusak dalam diri ini.. jam menunjukan pukul 01.00 pagi dan aku belum terlelap, kemudian dari arah selatan pintu kamar perlahan terbuka..




"Nadia, belum tidur kamu nak??” Ternyataa itu ibu, beliau berjalan menghampiri ku kemudian duduk di samping ku..
selamat ulang tahun yah, doa-doa terbaik untukmu, maaf ibu tak bisa berikan apa-apa" dia mencium kening dan mengelus kepalaku




"Belum Bu, aku ga bisa tidur, entahlah kenapa ini" aku yang biasa tiddur awal malam ini susah tidur
 "makasih banyak banyak banget dari aku untuk ibu, buat aku kasih sayang ibu adalah kado terindah yang belum tentu ada di setiap rumah, dan gak mungkin bisa aku balas








Di sisa umur ku aku ingin jadi yang terbaik untuk mu bu, lantunan doamu yang menguatkanku



Saat mata ingin terlelap ternyata lantunan ucapan doa juga tak henti-hentinya aku terima dari semua sahabat, hari ini jadi aku sedih dan juga sekaligus senang.. terimakasih atas semua doanya engkau begitu baik.. doa terbaik juga untuk mu..




Waktu didunia sudah berkurang, entah tinggal berapa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan atau tahun lagi yang tersisa.. aku ga pernah tau kapan waktunya datang semua adalah keputusanmu..  karna aku tau “sesungguhnya semua mahluk bernafas akan menghadapi maut”. untuk semua itu aku berharap berkurangnya umur ku jadi penyemangat untuk terus memperbaiki diri, terus bersyukur atas nikmatmu yang tak pernah henti…





Thank tuhan, atas semua yang tak pernah henti mengalir untuk hambamu yang masih banyak dosa ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar